Putih Abu-Abu menggunakan metode umpan balik dan interaksi langsung dengan pemirsa dalam pengerjaannya melalui media internet, terutama untuk mengatasi kebuntuan kreativitas dan pemecahan masalah dari konflik yang terjadi sebelumnya. Termasuk mengomunikasikan hal-hal yang menjadi ganjalan selama pengerjaan, dikarenakan singkatnya waktu dalam proses editing.
Dari sisi pengembangan kreativitas Putih Abu-Abu kadang menggunakan sampel dari karakter nyata yang kemudian diadaptasi dan dikemas ulang untuk memperkuat citra karakter. Contohnya dalam beberapa episode Inge kerap kali bertanya kepada minipao, kalau ditelusuri kepada kenyataan yang ada (entah sengaja atau tidak) minipao tersebut ada satu korelasi dengan sosok imaji dari Tiffany milik Shilla yang konon telah menemani Shilla semenjak usia 4 tahun.
Untuk eksekusi, Putih Abu-Abu banyak menyelipkan hal-hal yang sedang jadi tren, atau banyak dibicarakan masyarakat. Contohnya sebagai berikut:
Dalam sebuah episode, Angel juga pernah berujar ingin Girlbandnya “Go International”. Dengan lantang berteriak, “dream, believe, make it happen!”. Yang mana mengadaptasi perkataan Justin Bieber.
Dalam episode Super Junior, diceritakan semua murid berebut tiket nonton konser Super Junior. Hal itu mereplikasi kejadian sesungguhnya.
Dalam episode serangan aliens, muncul Boys In Black yang merupakan parodi Men In Black 3.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar